RENUNGAN

TUGAS 5 (Tugas Merenung/Refleksi)


Tulislah masalah-masalah pembelajaran yang anda hadapi/rasakan sehari-hari di kelas! 
Tulislah bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut!
Rumuskan judul penelitian, dan rumuskan masalahnya, dan tujuannya!



Jawab:

Masalah internal proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar. Selama proses pembelajaran tersebut siswa menghadapi masalah-masalah secara intern. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya, maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Terdapat beberapa faktor intern yang dialami oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain: sikap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, pengolahan bahan belajar, penyimpanan materi hasil belajar, kebiasaan belajar, rasa percaya diri, dan cita-cita sebagai motivasi. Banyak masalah yang timbul berkaitan dengan faktor-faktor tersebut, misalnya saja siswa yang kurang menguasai materi ajar diakibatkan konsentrasi belajar yang rendah, ditambah lagi kebiasaan belajar yang kurang disiplin, dan juga kurangnya motivasi untuk maju.
Masalah eksternal proses pembelajaran. Proses belajar didorong oleh motivasi siswa. Disamping itu proses belajar juga dapat terjadi, atau menjadi bertambah kuat, bila didorong oleh lingkungan siswa. Dengan kata lain aktifitas belajar dapat meningkat bila program pembelajaran disusun dengan baik. Program pembelajaran sebagai rekayasa pendidikan guru di sekolah merupakan faktor eksternal belajar. Ditinjau dari segi siswa, maka ditemukan beberapa faktor eksternal yang berpengaruh pada aktifitas belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain: metode belajar yang kurang memadai, kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar, sifat kurikulum yang kurang fleksibel, terlalu berat beban belajar-mengajar, sikap orangtua yang kurang memperhatikan pendidikan anak, dan ekonomi.

Belajar pada dasarnya merupakan proses usaha aktif seseorang untuk memperoleh sesuatu, sehingga terbentuk perilaku baru menuju arah yang lebih baik. Kenyataannya, para pelajar seringkali tidak mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak memperoleh perubahan tingkah laku sebagai mana yang diharapkan. Hal itu menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar yang merupakan hambatan dalam mencapai hasil belajar.Sementara itu, setiap siswa dalam mencapai sukses belajar, mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada siswa yang dapat mencapainya tanpa kesulitan, akan tetapi banyak pula siswa mengalami kesulitan, sehingga menimbulkan masalah bagi perkembangan pribadinya.

Menghadapi masalah itu, ada kecendrungan tidak semua siswa mampu memecahkannya sendiri. Seseorang mungkin tidak mengetahui cara yang baik untuk memecahkan masalah sendiri. Ia tidak tahu apa sebenarnya masalah yang dihadapi. Ada pula seseorang yang tampak seolah tidak mempunyai masalah, padahal masalah yang dihadapinya cukup berat. Atas kenyataan itu, semestinya sekolah harus berperan turut membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa. Seperti diketahui, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sekurang-kurangnya memiliki 3 fungsi utama. Pertama fungsi pengajaran, yakni membantu siswa dalam memperoleh kecakapan bidang pengetahuan dan keterampilan. Kedua, fungsi administrasi, dan ketiga fungsi pelayanan siswa, yaitu memberikan bantuan khusus kepada siswa untuk memperoleh pemahaman diri, pengarahan diri dan integrasi sosial yang lebih baik, sehingga dapat menyesuaikan diri baik dengan dirinya maupun dengan lingkungannya.

Setiap fungsi pendidikan itu, pada dasarnya bertanggung jawab terhadap proses pendidikan pada umumnya. Termasuk seorang guru yang berdiri di depan kelas, bertanggung jawab pula atau melekat padanya fungsi administratif dan fungsi pelayanan siswa. Hanya memang dalam pendidikan, pada dasarnya sulit memisahkan secara tegas fungsi yang satu dengan fungsi yang lainnya, meskipun pada setiap fungsi tersebut mempunyai penanggung jawab masing-masing. Dalam hal ini, guru atau pembimbing dapat membawa setiap siswa kearah perkembangan individu seoptimal mungkin dalam hubungannya dengan kehidupan sosial serta tanggung jawab moral. 

  

Dan berdasarkan masalah-masalah pembelajaran tersebut, secara lebih runcing saya akan membahas masalah pembelajaran terkait dengan metode pembelajaran yang digunakan. Menurut saya, permasalahan mengenai metode pembelajaran sangatlah penting untuk dikaji lebih lanjut guna mencapai tujuan dan hasil maksimal dari proses pembelajaran tersebut. Maka dari itu, saya mengangkat judul penelitian: "Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Group Investigation di SMK Jakarta"
Siswa-siswa di SMK/SMA mendapatkan hasil belajar yang kurang bagus, hal ini disebabkan karena para siswa tidak serius mengikuti proses pembelajaran. Jelas bahwa masalah ini berkaitan dengan metode pembelajaran yang diterapkan. Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan usaha untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar yang efektif agar siswa memahami materi yang diajarkan guru. Solusi yang bisa dicoba adalah dengan melibatkan siswa secara aktif dalam KBM. Maka model pembelajaran dengan metode Group Investigation (GI) merupakan pilihannya.
Metode Group Investigation (GI) merupakan model pembelajaran yang dapat menciptakan kerja sama antara guru dan siswa dalam proses KBM. Ide dasar dalam metode ini adalah pembelajaran dengan memanfaatkan kelompok belajar sebagai sarana bagi siswa untuk mencari bebagai informasi yang ditugaskan  sehingga siswa menjadi aktif. Salah satu kelebihan metode GI adalah dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk menggunakan pengetahuan dan keahlian yang berguna bagis siswa dan kelompoknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar